Label

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Tolak BBM atau Terima BLT?

Oleh : Munzami Hs

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pemerintah mulai 1 April mendatang merupakan suatu kebijakan yang sangat mengganggu stabilitas ekonomi negara, terutama roda perekonomian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil.

Berbagai aksi penolakan, mulai dari demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, perang opini di media, pro-kontra antar politisi di Senayan, hingga aksi penurunan foto Presiden SBY oleh mahasiswa di DPR menghiasi pemberitaan berbagai media massa baik media daerah, nasional bahkan internasional menjelang penetapan kenaikan BBM per 1 April mendatang.

Minggu, 05 Februari 2012

Pemimpin STAF

Analisis - 29 August 2011
Oleh : Munzami Hs – Seorang nasrani dan guru besar astronomi Amerika, Michael H Hart, dalam bukunya ”The 100: A Rangking of The Most Influential Persons in History” (New York, 1978) menempatkan sosok Muhammad berada pada urutan pertama dalam 100 tokoh berpengaruh dunia.
Kemudian, Jules Masserman (Psychoanalyst and Professor of the Chicago University) juga berpendapat bahwa; ”Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Julius Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut.” (Majalah TIME, 15 Juli 1974).

Kemiskinan Multidimensi


Oleh Munzami Hs – Sebuah negara atau suatu daerah dapat dikatakan makmur dan sejahtera (welfare state) antara lain; jika kondisi masyarakatnya telah terbebas dari tingginya angka kemiskinan, pengangguran, kebodohan dan berbagai penyakit sosial lainnya yang masih menghantui masyarakat.

Rabu, 15 Juni 2011

Aceh Butuh "Sekolah"

SEJAK pemerintah kolonial Hindia Belanda memproklamirkan perang dan pendudukan atas Kerajaan Aceh Darussalam pada 26 Maret 1873 hingga tercapainya perjanjian damai MoU Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005 lalu, Aceh telah melewati sebagian usianya dengan rangkaian konflik multidimensi yang berkepanjangan, jauh dari kehidupan demokrasi dan damai lebih kurang selama 132 tahun. 

Konflik yang berkepanjangan ini dimulai dari perlawanan rakyat Aceh terhadap imperialisme pemerintah kolonial Belanda hingga tahun 1942, kemudian perlawanan terhadap pendudukan Jepang sampai tahun 1945, perlawanan DI/TII (sejak 20 September 1953) di bawah pimpinan Tgk Daud Beureueh sebagai akibat kekecewaan terhadap Pemerintah Indonesia rezim Orde Lama, sampai gerakan perlawanan GAM di bawah pimpinan Tgk Hasan Tiro selama hampir 30 tahun (sejak 4 Desember 1976) terhadap Pemerintah Indonesia rezim Orde Baru dan Orde Reformasi hingga tercapainya MoU Helsinki pada Agustus 2005 lalu, tepatnya 5 bulan pascabencana gempa dan tsunami melanda Aceh.

Cari Blog Ini